Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang adalah sebuah kontes SEO yang diadakan blog cintapandeglang.com

Hadiahnya cukup menggiurkan. Sebuah laptop Acer dan Blackberry!

Posting ini untuk mendukung posting salah satu blog peserta yakni InfoGaptek dengan alamat URL Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Dapatkan Tips and Tricks Windows, Delphi, Firefox :: infogaptek.com

Situs menarik lainnya:
Garden Manners
General Health

SANTO STEFANUS MARTIR PERTAMA

Pesta: 26 Desember.

Setelah dipenuhi roh Kudus pada hari Pentekosta,
para rasul siang dan malam memberi kesaksian
tentang kebangkitan dan penebusan Jesus kepada
seluruh penduduk Yerusalem.
Makin hari makin banyak orang yang bertobat; namun
tenaga pewarta pun terasa semakin kurang.
Maka diperlukanlah bantuan dari orang-orang yang
terkenal baik, beriman teguh dan penuh semangat.
Karena itu mereka memilih tujuh orang, yang disebut
diakon dan Stefanus merupakan yang pertama di
antara mereka itu.
Di samping tugas membantu para janda dan
orang-orang yang kurang mampu ini, Stefanus juga
berkotbah kepada orang Yahudi dari luar Palestina.
Ia penuh Roh dan kuasa serta mengadakan banyak
mukjizat dan tanda.
Karena nampaklah bahwa Tuhan beserta Stefanus,
maka beberapa pemuka jemaat Yahudi dari Kirene dan
Alexandria, Kilikia dan Asia berupaya menyulitkan
Stefanus dengan mengadakan soal jawab.
Namun mereka tidak sanggup melawan hikmah Roh yang
berbicara melalui Stefanus.
Lalu mereka melontarkan fitnah:
“Kami telah mendengar ia menghojat Nabi Musa dan
Tuhan.”
Kemudian para tua-tua dan ahli Taurat menyeretnya
ke pengadilan.
Terhadap tuduhan palsu itu Stefanus tidak
menyanggah, melainkan memaparkan riwayat bangsa
Israel.
Ia mengakhiri uraiannnya dengan menyebut mereka
‘orang keras kepala selalu menolak Roh Kudus sama
seperti nenek moyangmu.’
Sebab, sejak dulu leluhur mereka menentang, bahkan
membunuh para Nabi.
Mereka jugalah yang menyalibkan Jesus Almasih,
Yang kedatanganNya dipersiapkan oleh para Nabi itu.
Mendengar itu, para pemuka agama menjadi berang.
Lalu Stefanus menatap langit dan berseru:
“Aku melihat langit terbuka dan Putera-Manusia duduk
di sebelah kanan Allah!”
Kemudian mereka beramai-ramai menyeret Stefanus ke
luar kota dan batu-batuan berterbangan melumatkan
tubuhnya.
Ia tahu bahwa ajalnya sudah dekat.
Lalu ia menengadah berdoa:
“Ya Tuhan Jesus, terimalah rohku !”
Sambil berlutut Stefanus berseru nyaring:
“Tuhan, janganlah kau tanggungkan dosa ini atas
mereka! Sebab, mereka tidak tahu apa yang diperbuat.”
Kemudian ia tersungkur dan jiwanya langsung
diterima Tuhan.
Stefanus mati sebagai martir pertama.
Tak jauh dari sirtu berdirilah pemuda dari Tarsus,
menunggui dan menyetujui pembunuhan itu: Saulus,
namanya.
Dialah yang kelak menjadi rasul bangsa bukan-Yahudi
yang terkenal dengan nama Paulus.(Lihat Kis Ras,
bab 6 dan 7)
Arti nama Stefanus: yang dimahkotai.
Panggilan panggilan lain yaitu: Esteban, Etienne,
Stephen, Stephanus (untuk pria); Stefani, Steffi
(untuk wanita).
Lambang: seorang diakon dirajam.
Pesta: 26 Desember.

Kisah Malaikat, Ilmuwan & Ego
Senin, 11 Juli 2005

Oleh : Arvan Pradiansyah
Direktur Pengelola ILM & pengarang buku best seller Life is Beautiful

Seorang ilmuwan menemukan seni untuk mengkloning dirinya dengan begitu sempurna, membuat orang tak dapat membedakan kloningnya dari dirinya yang asli. Suatu hari, ia mendengar malaikat maut mencarinya. Maka, ia segera menciptakan selusin kembaran dirinya. Malaikat bingung, tak bisa mengetahui yang mana dari 13 sosok di hadapannya yang merupakan sang ilmuwan. Maka, ia meninggalkan mereka semua dan pulang ke surga.

Namun, setelah mempelajari kodrat manusia dengan sungguh-sungguh, malaikat kembali dengan sebuah ide brilian. Di hadapan ke-13 sosok itu, ia berkata, “Anda memang seorang genius. Anda berhasil menciptakan tiruan-tiruan diri Anda dengan begitu sempurna. Namun, saya menemukan suatu kesalahan dalam karya Anda, hal yang kecil saja.”Ilmuwan segera muncul keluar dan berteriak, ”Tidak mungkin!  Mana kesalahannya?”

”Tepat di sini,” kata malaikat, dan ia mengambil sang ilmuwan dari antara tiruannya dan dibawa pergi.

Para pembaca yang budiman, bagaimana komentar Anda membaca cerita di atas? Tentu saja cerita tersebut hanyalah rekaan, tetapi makna yang terkandung di dalamnya sangat patut kita renungkan. Kelemahan kita sebagai manusia bisa dirumuskan dalam satu kata: ego. Ego sering menjerumuskan kemanusiaan kita, membuat kita bertikai dan saling menyakiti satu sama lain.

Ada dua macam ego yang kita miliki. Pertama, kita sebut saja, ego yang pasif. Ego jenis ini membuat kita tak ingin disalahkan orang lain, tak ingin dianggap bodoh, tak ingin dikritik. Sebaliknya, kita ingin dianggap pandai, dianggap penting, dianggap berharga. Siapa pun, selama masih bernama manusia, sangat mendambakan pujian dari orang lain. Yang berbeda hanya porsinya. Ada orang yang benar-benar menggantungkan dirinya pada pujian, ada pula orang yang menanggapinya dengan sekadarnya saja. Yang pasti, tak ada satu orang pun yang tak suka dipuji.

Ego kedua, ego yang aktif. Ego inilah yang membuat kita suka mengkritik orang lain. Kita senang menyalahkan orang lain dan membuat mereka kelihatan bodoh. Kita suka menunjukkan bahwa kita lebih pandai, lebih tahu, lebih berpengalaman, lebih bijak dan  lebih hebat. Bahkan, kalau kita mau jujur pada diri kita sendiri, kita sebenarnya mempunyai kecenderungan suka menyakiti orang lain. Mungkin Anda akan menolak pernyataan saya ini dengan cukup keras. Tidak apa-apa. Akan tetapi, coba Anda renungkan dalam-dalam dan jawablah hanya kepada diri Anda sendiri. Kita sebenarnya suka menyakiti orang lain, khususnya kepada orang-orang tertentu yang tidak kita sukai. Kalau kemudian kita memutuskan tidak menyakiti mereka, sebenarnya hal itu bukanlah karena kita tidak mau menyakiti mereka. Kita hanya tidak mau melukai diri kita sendiri. Kita sepenuhnya sadar bahwa menyakiti orang-orang itu hanya akan membuat diri kita sendiri tersakiti. Menyakiti orang-orang itu hanyalah akan merusak kredibilitas kita sendiri. Jadi, kita sebenarnya hanya tidak ingin menyakiti diri kita sendiri.

Dua jenis ego ini sebenarnya mengandung dua hal yang bertentangan. Di satu pihak kita tak suka dikritik, tapi di lain pihak kita suka mengkritik orang lain. Kita tak suka digurui tapi kita suka menggurui orang lain. Dua hal inilah yang sering membuat kita sulit bersinergi dengan orang lain. Kita memiliki ego yang sangat tinggi. Ego inilah yang membuat kita mudah melukai orang lain. Namun uniknya, ego yang sangat tinggi ini pulalah yang membuat kita mudah terluka, dan mudah sakit hati.

Dunia ini memang dipenuhi orang-orang yang memiliki ego yang sangat tinggi. Ini membuat sinergi sulit sekali dilakukan. Di rumah, ego yang tinggi akan membuat rumah tangga berakhir dengan perceraian. Bahkan, akhir-akhir ini perceraian sudah menjadi menu kehidupan kita sehari-hari. Di kantor juga demikian. Banyak orang yang ingin kelihatan hebat dan lebih unggul dari yang lain. Semuanya karena ingin dirinya sendiri yang dianggap penting. Di dunia politik juga tak kalah serunya. Orang saling bersaing, saling menjatuhkan, saling mengklaim dirinya yang paling berhak.

Situasi seperti ini menciptakan lingkaran setan (vicious circle) yang tak pernah ada habisnya. Namun, mengubah semuanya sebetulnya tidak terlalu sulit. Hanya dibutuhkan satu orang yang mau berpikir menang-menang. Tolong Anda garis bawahi kata-kata ini: berpikir menang-menang. Banyak orang yang ingin menang tapi lupa bahwa orang lain juga menginginkan kemenangan. Mereka lupa bahwa menang-menang memang tak akan dapat dicapai kalau kita tidak memulainya dari berpikir. Dan memang hanya dibutuhkan satu orang saja untuk bisa berpikir menang-menang: Anda sendiri!

Mau menang sendiri adalah ego terbesar yang dimiliki setiap orang. Inilah akar dari setiap masalah. Kalau kita pikir-pikir, bukankah sebenarnya hampir semua masalah yang kita hadapi dengan orang lain berakar dari diri kita sendiri? Ciri terpenting seorang pemimpin adalah kesadaran bahwa keinginan menang sendiri itulah yang sebetulnya tidak realistis. Kalau semua orang ingin menang sendiri, apa yang akan kita dapat?

Seseorang baru disebut pemimpin bila ia mampu menurunkan egonya ke level yang paling minimal. Ego itu sendiri sebenarnya dibutuhkan, karena tanpa ego kita tak akan memiliki harga diri dan kepercayaan diri. Pemimpin juga menyadari bahwa kunci berhubungan dengan orang lain adalah menjaga ego dan harga diri orang lain. Karena itu, ia tak akan pernah mengkritik orang sebelum benar-benar meyakini bahwa kritikan itu akan memberikan manfaat. Seorang pemimpin tak akan pernah memberikan kritik sekadar untuk memuaskan dirinya sendiri. Ia sangat sadar bahwa tugasnya dapat disimpulkan dalam satu kalimat: menundukkan egonya sendiri dan menjaga ego orang lain. Sederhana memang, tapi perlu perjuangan yang besar untuk bisa melakukannya.
URL : http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/manajemen/organisasi/details.php?cid=2&id=163

Contoh dibawah ini untuk DNS Telkom Speedy: 

netsh interface ip set dns "Local Area Connection" static
202.134.1.10 primary

(command tsb ditulis dalam satu baris)

Masalah yang selalu bermain dalam benak usahawan yang baru bergabung dalam MLM adalah: Bisakah menjadi jutawan melalui MLM? Untuk menjawab persoalan ini, saya katakan BISA! Saya akan berikan tujuh alasan mengapa Anda bisa menjadi kaya melalui MLM.

MLM Adalah Bisnis yang Tidak Melibatkan Perantara

Biasanya, perantara inilah yang banyak memperoleh keuntungan dan kekayaan. Contohnya suatu barang dari pabrik bernilai Rp.5.000,00. Barang tersebut harus melalui beberapa proses sebelum sampai ke tangan pembeli atau konsumen. Barang itu akan dibeli oleh distributor tunggal seharga Rp.6.250,00 dan distributor itu menjualnya kembali kepada pemborong dengan harga Rp.7.500,00. Seterusnya, dari pemborong sampai ke pengecer dengan harga Rp.8.750,00 dan ke tangan konsumen dengan harga Rp.10.000,00.

Dengan kata lain, konsumen menanggung segala biaya barang yang melalui proses perantara yang terdiri dari distributor tunggal, pemborong, dan pengecer.

Adakah konsumen yang menjadi kaya dari proses jual beli tersebut ? TIDAK. Distributor tunggal, pemborong, dan pengecerlah yang menjadi kaya. Setiap tahun mereka bisa membeli mobil baru. Setiap tahun mereka bisa bertamasya ke dalam dan luar negeri.

Melalui bisnis MLM, barang dari perusahaan bisa langsung diperoleh konsumen dengan harga sama, contohnya Rp.10.000,00. Walau begitu, barang tersebut beredar dari satu konsumen ke konsumen lainnya melalui proses rekrutmen. Pendapatan yang seharusnya dinikmati oleh distributor tunggal, pemborong, dan pengecer, kini dinikmati oleh sesama konsumen melalui bonus.

Modal Kecil untuk Memulai Bisnis MLM

Jika dilihat lebih jauh, ada empat jenis usaha. Ada usaha dengan modal kecil dan keuntungan kecil, itulah usaha konvensional. Contohnya pengusaha kecil-kecilan, seperti pengusaha pasar malam, penjual burger, dan lain-lain. Ada pula usaha dengan modal besar dengan keuntungan besar pula. Usaha tersebut adalah usaha impor dan ekspor. Modal yang diperlukan tentu saja melebihi miliaran rupiah. Ada juga usaha dengan modal besar, tetapi keuntungannya kecil. Contohnya, membuka kios penjualan bahan bakar. Modalnya mungkin lebih kurang Rp.250 juta dan keuntungannya tidak sampai Rp.250 juta.

Jangan lupa pula, ada usaha dengan modal kecil, tetapi keuntungannya berlipat ganda. Itulah MLM (REVELL). Hanya dengan bermodalkan alih belanja sekitar 130 ribu s/d 520 ribuan, keuntungan yang bisa didapat melebihi puluhan juta rupiah. Malah ada yang berhasil mendapatkan pendapatan melebihi ratusan juta rupiah sebulan. Itulah hebatnya bisnis MLM.

Bisnis MLM Dapat Dilakukan dengan Santai dan Menghemat Waktu

Kita semua dianugerahi Tuhan 24 jam setiap hari. Waktu yang digunakan untuk bekerja adalah 8 jam, waktu yang digunakan untuk bersantai adalah 8 jam dan waktu untuk tidur adalah 8 jam. Waktu untuk bekerja delapan jam, gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal produktif di bidang apa saja untuk pekerjaan Anda. Bekerjalah dengan penuh dedikasi dan disiplin. Waktu untuk tidur juga delapan jam, gunakan waktu tersebut senyaman mungkin. Anda hanya perlu mengorbankan waktu istirahat Anda yang berjumlah delapan jam.

Gunakan waktu tiga jam saja bagi Anda untuk melakukan bisnis MLM. Waktu yang digunakan itu akan memberikan manfaat besar dalam kehidupan Anda dan akan mengubah gaya kehidupan Anda sepenuhnya. Karena itu, Anda bisa menjadi kaya melalui MLM walau waktu Anda terbatas.

MLM Dilakukan Melalui Proses Penggandaan

Anda tidak bekerja sendirian. Anda menjalankan bisnis ini secara berkelompok. Anda bisa menggandakan pendapatan bonus melalui perekrutan. Contohnya, Anda bisa memperoleh pendapatan melebihi puluhan Juta dengan cara merekrut sampai ribuan anggota.

Perekrutan ribuan anggota bukan dilakukan oleh Anda sendiri. Anda hanya perlu merekrut sekurang-kurangnya lima atau enam orang. Dari enam orang ini, akan menjadi 36, 36 menjadi 216 orang, dan 216 berganda kembali menjadi 1.296 orang.

Proses penggandaan anggota tidak dilakukan oleh Anda sendiri. Penggandaan ini dilakukan oleh downline Anda melalui proses duplikasi atau meniru upline. Anda hanya merekrut enam orang dan akan terus berkembang dengan sendirinya melalui proses duplikasi sampai akhirnya menjadi 1.296 orang. Karena itu, tidak mengherankan Anda bisa menjadi kaya melalui MLM.

Anda Akan Mendapat Bimbingan dari Upline Anda

Jika upline tidak bertanggung jawab dan membimbing Anda, akan sulit bagi mereka untuk sukses dalam bisnis MLM. MLM hanya bisa berhasil jika upline membimbing downline untuk melakukan apa yang upline lakukan. Setiap pengetahuan dan rahasia diberi tahu tanpa ada yang disembunyikan. Kesuksesan downline adalah kesuksesan upline. Bahkan, jika downline berusaha lebih giat, dia bisa memperoleh pendapatan melebihi upline. Malah ada usahawan MLM sukses menandingi uplinenya melalui pendapatan bonus setiap bulan.

Bisnis MLM Merupakan Seni Berhubungan Antara Sesama Manusia

Jangan bimbang jika Anda tidak berpengalaman dan kurang bisa berkomunikasi dengan orang lain. Karena, upline akan memberikan pengetahuannya dan memberikan dorongan untuk kesuksesan Anda. Anda tidak perlu bimbang jika kurang memiliki ilmu pengetahuan karena Anda bisa belajar dari upline Anda atau usahawan lain yang telah berhasil. Seni berhubungan inilah yang memperlebar rangkaian bisnis MLM. Kesempatan Anda untuk menjadi jutawan terbuka luas sama seperti orang lain.

Risiko MLM Lebih Sedikit Dibandingkan Bisnis Lain

Anda tidak rugi karena modalnya tidak besar. Bahkan, jika sukses, Anda bisa memperoleh pendapatan lebih besar daripada pendapatan pokok Anda. Modal awal Anda pun tidak memerlukan biaya tinggi. Bahkan, Anda bisa melakukannya secara part-time. Dengan kata lain, Anda bebas bekerja sesuai dengan waktu yang Anda miliki, Anda adalah PEMIMPIN diri Anda sendiri.

Selain itu, Anda juga bisa menyalurkan produk tanpa perlu menjual dalam jumlah banyak. Karena, barang bisa dipasarkan melalui downline Anda. Bisnis MLM adalah bisnis promosi dan periklanan secara terus-menerus dari mulut ke mulut. Inilah gaya periklanan yang terbaik. Semakin banyak downline yang aktif, semakin bertambah keuntungan Anda. Risiko bisnis ini sangat rendah.

Jadi, Anda PASTI bisa menjadi jutawan MLM karena:

  • MLM tidak menggunakan perantara
  • Modal untuk memulai MLM kecil
  • Dapat dilakukan dengan santai dan menghemat waktu
  • Mendapat bonus berganda
  • Mendapat bimbingan upline
  • Memperluas hubungan sesama manusia
  • Risiko kecil

Multi Level Marketing atau MLM berasal dari Amerika Serikat (AS). Mulai diperkenalkan pada tahun 1945 oleh Dr. Karl Ramburg. Nilai bisnis MLM melebihi 100 miliar dolar AS dan lebih dari 40 juta rakyat diseluruh dunia bergabung dalam bisnis MLM. Dari 500 jutawan Amerika, 20 persennya terlibat dalam bisnis MLM. Dari 100 perusahaan terbesar, 37 persennya berjalan di bidang MLM.

Menurut John Naitsbitt, penulis buku Mega Trend 2000, dalam pasaran Asia tahun 1990-2000, hanya ada tiga jenis bisnis yang berkuasa, yaitu telekomunikasi, komputer, dan produksi obat-obatan yang berasaskan MLM. Di Malaysia, 35 persen jutawannya merupakan jutawan MLM. Diperkirakan akan ada peningkatan besar-besaran pada abad ke-21. Menurut Robert T. Kiyosaki, bisnis MLM bisa dilakukan secara part-time jika seseorang tersebut telah memiliki bisnis konvensionalnya sendiri.


www.jawapos.co.id [31 July '07]

Ponsel Anda positif terserang virus. Bagaimana cara melenyapkannya? Tersedia tiga alternatif cara yang dapat dipilih.

” Menginstalasi aplikasi antivirus untuk ponsel. Salah satu yang populer adalah F-Secure Mobile Anti-Virus. Cari dan download aplikasi itu di www.f-secure.com. Ambillah versi trial alias percobaannya dulu.

” Memformat ponsel yang terserang virus. Misalnya, untuk Nokia, dalam posisi siaga tekan *#7370#. Bila diminta memasukkan security code, ketikkan 12345 atau kombinasi angka lain yang pernah Anda buat. Bila ada permintaan konfirmasi, tekan Yes/Ok.

” Alternatif paling praktis dan jitu, bawalah ponsel itu ke pusat perbaikan resmi. Petugas di sana akan melakukan langkah terbaik untuk membersihkan virus yang menghuni ponsel. Anda bisa pula membawa ponsel bervirus tersebut ke gerai servis independen yang tepercaya. Anda mungkin harus mengeluarkan dana Rp 25-100 ribu untuk jasa pembersihan virus.

” Ingat, selama proses pembersihan virus, seluruh data di ponsel Anda mungkin akan hilang total. Jadi, sejak sekarang rajin-rajinlah melakukan back up data ponsel. (hsw)

www.jawapos.co.id [17 July 2007] 

Oleh:
Dahlan Iskan

Daratan Melejit, Hongkong Kian Dilonggarkan
KONSEP “satu negara, dua sistem” sebenarnya disiapkan Deng Xiaoping, pemimpin puncak Tiongkok saat itu, untuk persiapan penyelesaian masalah Taiwan. Tapi, kebutuhan strategi untuk mendapatkan kembali Hongkong lebih mendesak, dan karena itu dipakai lebih awal untuk menghadapi tim perunding dari Inggris. Kita belum tahu strategi apa lagi yang disiapkan sebagai pengganti untuk Taiwan kelak. “Satu negara, tiga sistem”? Wallahualam.

Memang, waktu itu Deng menghadapi tekanan luar dalam untuk perundingannya dengan Inggris tersebut. Dari luar, selalu disuarakan bahwa Hongkong akan “habis” kalau masuk Tiongkok dan karena itu harus ada tekanan untuk mengolornya. Dari dalam sendiri, penduduk Hongkong selalu dihantui bagaimana nasib masa depan mereka. Bahkan, banyak yang memutuskan berimigrasi ke negara lain. Mereka takut kehidupan sedemokratis dan seliberal Hongkong tiba-tiba akan dikomuniskan.

Mereka tidak percaya sepenuhnya akan janji-janji Tiongkok. Termasuk janji yang sudah dibuat nyata, misalnya membangun proyek megaraksasa bandara baru dengan terowongan, jembatan dan perumahan senilai USD 25 miliar (sekitar Rp 226 triliun). Maksudnya, tidak mungkin proyek sebesar itu akan dikorbankan hanya karena politik.

Deng pun saat itu juga sudah menginstruksikan kebijakannya yang mudah dipahami rakyat Hongkong. Deng menegaskan, biarlah tiga hal ini tetap hidup dan berkembang di Hongkong: pacuan kuda dengan judinya, pasar modal dengan kebebasannya, dan kelab malam dengan dansa-dansanya.

Ternyata, Tiongkok menepati janjinya. Dunia kecele. Apa yang diramalkan sepuluh tahun lalu tidak terjadi. Hongkong kini tetap hebat. Bahkan, lebih hebat. Kapitalisasi pasar modalnya naik terus mencapai USD 2 triliun atau sekitar Rp 18.000 triliun (bandingkan dengan Singapura yang “hanya” USD 300 miliaran atau sekitar Rp 2.700 triliun).

Bahkan, banyak yang menilai kalau saja tidak disokong Tiongkok, Hongkong mengalami kesulitan besar saat terjadi krisis moneter Asia pada tahun 1997. Juga, ketika ekonomi Hongkong sempat lesu setelah itu, Tiongkok melonggarkan peraturan pembatasan orang daratan pergi ke Hongkong. Dengan “bantuan” itu, turis ke Hongkong tetap tinggi. Pusat-pusat belanja tetap ramai.

Memang, sepuluh tahun lalu orang Hongkong masih mengangap rendah kemampuan daratan. Mereka sangat takut, kalau selepas Inggris, Hongkong akan mundur seperti keadaan Tiongkok. Orang Hongkong, sebagai penduduk ++++ metropolitas kelas dunia, waktu itu juga masih merendahkan orang daratan. Mereka masih mencitrakan orang daratan sebagai orang yang ndeso, orang dari kampung. Waktu itu belajar bahasa Mandarin pun mereka ogah-ogahan. Dianggap seperti belajar bahasa orang desa. Mereka merasa bahasa Konghu lebih tinggi.

Kini hampir semua orang Hongkong bisa bahasa Mandarin. Penilaian rendah kepada orang daratan juga tidak parah lagi seiring dengan semakin berimbangnya ekonomi Hongkong dengan daratan. Bahkan, kini toko-toko dan restoran di Hongkong lebih senang kalau ada orang membayar dengan renminbi. Padahal, dulu-dulunya tidak ada yang mau. Maklum, kini nilai renminbi terus naik, bahkan sudah menyalip dolar Hongkong.

Para pemimpin negara pun membicarakan hubungan ekonomi dua wilayah itu seperti membicarakan hubungan ekonomi dua negara yang berbeda. Minggu lalu, misalnya, diadakan upacara penandatanganan perdagangan bebas antara Hongkong dan daratan. Yang tanda tangan wakil menteri perdagangan Tiongkok dan pejabat ekonomi Hongkong. Dalam perjanjian perdagangan bebas itu (disebut CEPA/the Closer Economic Partnership Arrangement) disebutkan bahwa impor barang dari dua negara tidak dikenai bea masuk. Ini meliputi 38 item jenis perdagangan dan akan ditambah lagi 11 jenis di masa akan datang.

Sebelum ada perjanjian perdagangan bebas itu, barang Hongkong yang masuk daratan dikenai bea masuk sehingga memberikan peluang untuk penyelundup. Tapi, yang dapat perlakuan bebas bea masuk ini adalah barang yang benar-benar buatan Hongkong. Bukan barang dari negara lain yang “mampir” Hongkong.

Dalam perjanjian tadi, juga disepakati kemudahan-kemudahan lain. Misalnya, dokter Hongkong bisa praktik di wilayah selatan daratan (di Provinsi Guangdong). Bank-bank Hongkong bisa buka cabang di wilayah Guangdong dengan persyaratan modal yang sudah lebih ringan. Yakni, dari dulu tidak boleh, menjadi boleh asal modalnya RMB 10 miliar (sekitar Rp 110 miliar) dan kini syarat modal itu turun lagi jadi RMB 6 miliar (sekitar Rp 66 miliar). Sebaliknya, perusahaan fund management daratan bisa membuka cabang di Hongkong.

Kelonggaran-kelonggaran lain diberikan seperti Hongkong diperbolehkan membangun proyek-proyek rumah jompo di daratan serta perusahaan-perusahaan pariwisata juga mendapatkan banyak kelonggaran.

Hubungan dagang dua wilayah itu memang luar biasa dinamis. Ekspor Hongkong ke daratan tahun lalu mencapai puncak: HKD 8,3 miliar (Rp 9,545 triliun). Investasi Hongkong di daratan mencapai HKD 9,2 miliar (Rp 10,580 triliun). Sedangkan investasi daratan ke Hongkong mencapai HKD 5,1 miliar (Rp 5,865 triliun).

Begitu pragmatisnya. Begitu fleksibelnya. Begitu dinamisnya. Penemuan kata kunci “satu negara, dua sistem” ibarat pemain kungfu yang tidak kehabisan jurus. Termasuk ketika partai komunis Tiongkok harus menghadapi kenyataan kuat arus kapital di dunia saat ini, dengan mudah Tiongkok menemukan kata kunci baru: “dari komunisme dua kaki” (buruh dan tani) menjadi “komunisme tiga kaki” (buruh, tani, dan pengusaha). Kalau mencari kucing, jangan pedulikan warnanya, hitam atau putih; yang penting bisa menangkap tikus. Itu kata-kata Deng Xiaoping yang menunjukkan pragmatisme dan fleksibilitas Tiongkok. Janganlah kalau sedang tidak suka membencinya habis-habisan dan kalau lagi suka mencintainya habis habisan. Tengah-tengah saja. Yang terakhir itu kata-kata dalam sebuah lagu dangdut, yang saya lupa siapa penyanyinya dan bagaimana iramanya. (habis)

www.jawapos.co.id [16 July 2007] 

Oleh:
Dahlan Iskan

Melindungi Hongkong dengan Paspor
BAGI orang yang biasa dogmatik seperti kita, ini sulit dipahami: orang Tiongkok harus memakai paspor kalau ke Hongkong -meskipun itu wilayah negerinya sendiri. Demikian juga sebaliknya. Saya pernah membayangkan, jangan-jangan baik juga apabila orang di luar Bali harus memakai paspor kalau mau masuk ke pulau yang sangat khas itu. Agar, pemerintah bisa maksimal menjaga Bali dari kerusakan akibat terlalu banyaknya orang non-Bali datang ke sana untuk tujuan nonwisata.
Tentu ide seperti ini akan banyak sekali yang menentang sehingga lebih baik kalau tulisan saya di bagian ini dianggap saja tidak pernah ada. Toh, kita memang bukan Hongkong dan juga bukan Tiongkok. Terlalu banyak alasan yang akan bisa dipakai untuk tidak menyetujui pikiran itu. Mulai masalah sejarah, masalah sosial, ekonomi, ketatanegaraan sampai ke soal, bahwa undang-undang tidak membolehkan ide seperti itu dilaksanakan. Jadi, sekali lagi, anggap saja bagian ini tidak pernah saya kemukakan. Meskipun saya juga tahu bahwa segala alasan tersebut, kalau disarikan adalah: karena kita memang tidak biasa fleksibel.

Saya juga pernah berandai-andai, kalau saja dulu Batam dibuatkan aturan khusus bahwa hanya orang-orang yang dibutuhkan yang (untuk sementara) boleh datang ke Batam, mungkin cita-cita mengejar Singapura bisa dimulai dari pulau itu. Apalagi, waktu itu Batam praktis masih seperti pulau yang tanpa penghuni sehingga masih gampang mengontrolnya. Namun, karena hal itu tidak bisa kita lakukan, maka meski kita membangun Batam dengan dana yang luar biasa besar, jadinya ya seperti yang kita lihat: tidak ada bedanya dengan kota lama lain di Indonesia.

Kaki lima, rumah liar, ruko tiban, selokan yang kotor menjadi persoalan yang sulit dipecahkan. Arus orang yang datang ke sana melebihi kemampuan manajemen kota itu untuk menanganinya.

Ini juga yang akan membuat seorang wali kota atau bupati tidak akan bisa memajukan daerahnya secara maksimal. Misalnya, seorang wali kota bisa membuat pertumbuhan ekonomi kotanya amat tinggi, pertumbuhan itu akan langsung terganggu karena kota tersebut akan diserbu pendatang dari daerah sekitar. Serbuan tersebut tidak akan mampu ditanggulangi kemampuan manajemen kota setempat, mengingat begitu besarnya persoalan kependudukan kita.

Tentu ada alasan seperti itu yang membuat Tiongkok melindungi Hongkong dari serbuan rakyat dari daratan -yang begitu besar jumlahnya dan begitu beda tingkat pendapatannya. Selain, alasan historis yang tertuang dalam perjanjian serah terima Hongkong dari Inggris ke Tiongkok 10 tahun yang lalu. Yakni, Hongkong tidak boleh berubah selama 50 tahun. Tanpa perjanjian itu pun Tiongkok rasanya akan berbuat yang sama. Sebab, Tiongkok sendiri pernah membuat kebijaksanaan seperti itu ketika dulu mulai membangun kota Shenzhen dan Zuhai.

Seperti juga Batam, dua wilayah tersebut dulu masih amat kecil penduduknya dan itu pun berupa kampung nelayan. Hanya orang yang dibutuhkan untuk membangun kota-kota itu yang diizinkan masuk: investor, pemborong, dan tukang-tukang yang jumlahnya sudah dihitung sesuai dengan kebutuhan. Setelah kedua kota itu “jadi”, prasarana utamanya rampung, peraturan-peraturannya ditetapkan, dan manajemen pemerintah kotanya sudah memiliki pengalaman beberapa tahun barulah secara bertahap penduduk dari luar bisa masuk Shenzhen dan Zuhai.

Kelak, kalau Tiongkok daratan sudah semaju Hongkong dan pendapatan masyarakatnya juga sudah tinggi, saya kira orang Tiongkok yang ke Hongkong juga tidak akan perlu paspor lagi. Hongkong juga tidak perlu khawatir akan diserbu penduduk dari daratan karena tidak ada lagi istimewanya. Tapi, ini juga berarti kerja keras bagi daratan untuk mengejar ekonomi Hongkong.

Suatu saat pasti terkejar karena kemajuan ekonomi di daratan memang amat cepat. Delapan tahun lalu pendapatan per kapita penduduk daratan tidak sampai separonya pendapatan per kapita penduduk Indonesia. Awal 2007 tadi pendapatan per kapita Tiongkok sudah USD 1.700, meski sebagian karena nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi terus menguat atas dolar AS.

Masuk Bali memakai paspor, dalam praktiknya, sebenarnya tidak sulit. Pikiran dogmatik kita yang membuatnya sulit. Ketidakfleksibelan kita yang membuatnya kikuk. Padahal, untuk melaksanakan ide itu, yang diperlukan hanya paspor. Tidak sampai ke visa. Bayangkan, orang daratan Tiongkok kalau mau ke Hongkong, tidak hanya harus pakai paspor, tapi juga harus mendapat visa dulu -meski namanya bukan visa. Jadi, benar-benar seperti mau ke negaranya orang lain sama sekali. Padahal, orang Indonesia saja boleh ke Hongkong tanpa visa!

Kita, yang biasa dogmatik, benar-benar sulit melihat ini: bahkan Hongkong mengeluarkan paspor sendiri. Orang Hongkong tidak memegang paspor Tiongkok, tapi paspor Hongkong. Juga memiliki mata uang sendiri: dolar Hongkong. Bahkan, untuk Olimpiade 2008 di Beijing nanti Hongkong mengirimkan atlet sendiri yang, antara lain, akan bertanding melawan atlet negaranya sendiri, Tiongkok.

Memang, itulah Tiongkok: tauhidnya bukan dogmatik, tapi pragmatik. Fikihnya tidak ada halal dan haram, melainkan sebagian sunah dan sebagian besar lagi mubah. Puncak fleksiblitas bernegara itu tecermin dalam satu kalimat kunci yang pendek: Tiongkok menerapkan prinsip “satu negara, dua sistem”. Satu rumusan fleksibilitas yang membuat Inggris “kalah” strategi sehingga kehabisan cara untuk tidak menyerahkan Hongkong ke Tiongkok pada 1 Juli 1997 lalu.

Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher mengakui semua itu akhir Juni lalu. Setelah 10 tahun selalu diam, menjelang peringatan 10 tahun kembalinya Hongkong ke pangkuan Tiongkok 1 Juli lalu, wanita besi tersebut mengaku sampai menitikkan air mata penyesalan mengapa bisa kalah langkah seperti itu.***

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.